Gunungkidul, DIY – Taman Kanak-kanak Negeri (TKN) Dusun Purworejo, Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop, kembali terendam air usai diguyur hujan selama kurang lebih tiga hari pada 8, 9, dan 10 Januari 2026. Fenomena genangan ini menjadi masalah tahunan yang selalu muncul setiap musim hujan, sehingga mengganggu aktivitas belajar anak-anak.
Sebelumnya, pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah merealisasikan anggaran Tahun 2023 untuk mengatasi masalah ini melalui pengeboran yang difasilitasi Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul. Pengeboran dilakukan setelah survei untuk menentukan jalur air (luweng) dan titik pengeboran yang tepat, dengan harapan mampu menyerap air hujan yang selalu menggenang di area TKN.
Namun, berdasarkan pantauan, titik pengeboran yang telah dibuat ternyata belum efektif. Air masih tetap menggenang setelah hujan deras, sehingga aktivitas belajar anak-anak terganggu. Diduga, titik pengeboran tidak tersambung dengan luweng, atau ada faktor lain yang menghambat proses penyerapan air.
Hal ini dibenarkan Lurah Semugih, Suyoto, melalui sambungan telepon WhatsApp pada 11 Januari 2026 siang.
“Benar, genangan air hujan masih seperti semula,” kata Suyoto.
Lurah Semugih menambahkan, pengeboran yang dilakukan sebelumnya diharapkan dapat mengurangi dampak genangan air di area pendidikan anak, termasuk TKN dan PAUD di Dusun Purworejo.
“Kami berharap pemerintah kabupaten bersedia membenahi kembali, agar dampak dari hujan ini tidak mengganggu tempat belajar anak-anak di wilayah kami,” imbuhnya.
Masalah genangan air ini menimbulkan keprihatinan warga, karena berdampak langsung terhadap kenyamanan dan keamanan anak-anak saat belajar. Warga berharap ada langkah perbaikan yang lebih efektif dari pemerintah daerah agar masalah tahunan ini bisa terselesaikan.





0 Komentar