Iklan

header ads

Kekeringan Gunungkidul Selama Ini, Bambang Wisnu: Belum Pernah Ada Berita Kematian Karena Kekurangan Air

 

WARTA DHAKSINARGA - Debat Calon Bupati Gunungkidul putaran pertama yang diselenggarakan oleh KPU sudah terlaksana di studio TVRI dan dilive-kan TVRI, Gunungkidul TV, dan Dhaksinarga TV. Pada tahapan ini, para calon bupati menyampaikan visi misi dan pandangan sesuai dengan tema yang diangkat yaitu mengatasi kemiskinan menuju kesejahteraan sosial, ekonomi, dan kemandirian desa. Namun saat ini, ada topik yang menjadi perbincangan banyak kalangan di media sosial. Yaitu berkaitan dengan statemen calon Bupati nomor urut 3 mengenai pandangannya tentang permasalahan air di Gunungkidul.

Dalam debat semalam, Calon Bupati Gunungkidul dari nomor urut 3, Bambang Wisnu Handoyo mendapatkan pertanyaan mengenai permasalahan air dan cara pemecahannya dari calon Bupati nomor urut 4, Sunaryanta. Pertanyaan permasalahan air di Gunungkidul yang terjadi selama ini ia jawab dengan bahwasanya air di Gunungkidul bukanlah sebuah masalah. Sebab, kesulitan air semacam ini telah terjadi sejak puluhan tahun.

Kalau puluhan tahun menjadi masalah tentunya bukan masalah. Ketangguhan masyarakat terhadap air perlu mendapat perhatian. Belum pernah ada berita tentang kematian di Gunungkidul karena kekurangan air. Artinya apa, air bukan masalah dalam konteks pengadaanya,” ucap Bambang Wisnu Handoyo dengan santai. “Pola perilaku kita yang harus mendapatkan perhatian. Bagaimana komunitas mencintai air, teknologi sekarang banyak misalnya pemanfaatkan bronjong air seperti di Jepang,” sambung dia.

Dalam debat pertama ini KPU mengangkat tema Mengatasi Kemiskinan Menuju Kesejahteraan Sosial Ekonomi dan Kemandirian Desa. Masing-masing calon bupati menyampaikan pandangannya. Hampir seluruhnya sama menaruh perhatian dalam perkembangan daerah di sektor pertanian, pariwisata, kesehatan dan lain-lainnya.

Dalam debat pertama ini KPU mengangkat tema Mengatasi Kemiskinan Menuju Kesejahteraan Sosial Ekonomi dan Kemandirian Desa. Calon Bupati nomor urut 2, Immawan Wahyudi berpendapat perlu adanya peningkatan skill masyarakat untuk pembangunan daerah. Pemerintah dan masyarakat juga harus bersinergi.

Kemudian, Sunaryanta menyampaikan program untuk menumbuhkan UMKM, BUMD, pariwisata, pertanian dan perikanan. Ia juga akan mendorong investor masuk ke Gunungkidul sehingga tidak bergantung dengan dana dari pemerintah pusat. Sedangkan Sutrisna, mengusung visi dan misi Gunungkidul tanggap, kreatif dan sehat. Masyarakat harus tanggap dengan perkembangan zaman, kreatif dalam mengolah potensi yang ada untuk mengembangkan kesejahteraan.

Bambang Wisnu Handoyo menyampaikan berkaitan dengan visi terikat dengan sistem tematik. Artinya program kabupaten mengikuti provinsi maupun pusat. Ia mengusung visi menjadikan masyarakat tangguh, berdaya dan sejahtera yang berlandaskan dengan hak masyarakat dan kewajiban pemerintah.

Acara debat tersebut digelar guna memfasilitasi para calon agar lebih dikenal masyarakat, dengan harapan masyarakat memantapkan calon kepala daerah yang akan dipilih pada 9 Desember mendatang. Debat yang dimoderatori oleh Ferry Anggara itu dibagi menjadi 6 segmen.

 (red/pidjar)

Posting Komentar

0 Komentar