Gunungkidul, 9 Februari 2026 — Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memimpin langsung Panen Raya Padi Musim Tanam (MT) pertama tahun 2025–2026 yang dipusatkan di Bulak Tahunan, Kelurahan Bulurejo, Kapanewon Semin, Senin (9/2/2026).
Acara tersebut turut dihadiri anggota DPRD Dapil 3, jajaran Forkopimkap, serta kelompok tani setempat. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sektor pertanian sebagai pilar kedaulatan pangan daerah.
Dalam sambutannya, Endah menegaskan bahwa petani merupakan pejuang pangan yang harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Ia menyoroti penggunaan teknologi pertanian modern dalam panen kali ini, khususnya pemanfaatan alat mesin pertanian (alsintan) seperti combine harvester yang terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan memangkas waktu panen secara signifikan.
“Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berkomitmen terus mengucurkan bantuan untuk mendukung petani. Pada tahun 2025, bantuan yang disalurkan meliputi benih padi sebanyak 108,3 ton untuk lahan seluas 4.332 hektar,” papar Bupati.
Bupati juga mendorong penguatan semangat gotong royong dan kolaborasi antara petani, pemerintah, serta pihak legislatif. Ke depan, ia menyarankan pengelolaan lahan pertanian secara hamparan tanpa sekat galengan agar memudahkan operasional alat berat, dengan sistem pembagian hasil berbasis akuntansi yang transparan.
“Selain itu juga ada pupuk subsidi yang mencapai 11.727 ton urea dan 11.742 ton NPK serta bantuan alsintan berupa unit combine harvester, pompa air, dan hand sprayer melalui dana APBN serta aspirasi DPR RI,” tambahnya.
Untuk mendukung kelancaran distribusi hasil panen, Bupati menyatakan komitmennya mengupayakan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) dan jembatan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, mengingat keterbatasan anggaran daerah.
“Mari kita terus maju dengan keyakinan bahwa petani adalah pejuang. Kita harus menanam apa yang kita makan, dan memakan apa yang kita tanam,” pungkasnya.
Sementara itu, berdasarkan laporan Panewu Semin, Dasno, hasil ubinan padi varietas Ciherang dan Inpari 32 di wilayah tersebut menunjukkan capaian menggembirakan, yakni rata-rata 7,52 ton per hektar Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 6,5 ton per hektar Gabah Kering Giling (GKG). Secara keseluruhan, luas panen padi di Kapanewon Semin pada Februari ini diperkirakan mencapai 3.797 hektar.
Tak hanya padi, petani Semin juga mulai mengembangkan komoditas hortikultura. Saat ini tercatat 1,27 hektar tanaman melon yang dikelola oleh petani milenial, baik di lahan terbuka maupun greenhouse, sebagai bentuk inovasi dan diversifikasi usaha tani di wilayah tersebut.






0 Komentar