RONGKOP (GUNUNGKIDUL) — Pemerintah Kalurahan Botodayaan, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul menggelar seleksi pengisian formasi jabatan Pamong Kalurahan untuk posisi Dukuh Kenteng dan Dukuh Bototengah, Sabtu (13/06/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Balai Kalurahan Botodayaan tersebut berlangsung secara terbuka sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kalurahan.
Tahapan seleksi diawali dengan ujian tertulis yang kemudian dilanjutkan dengan ujian praktik komputer. Seluruh materi ujian disusun oleh tim penguji independen sesuai dengan kebutuhan jabatan yang diperebutkan.
Sebanyak lima peserta mengikuti seleksi tersebut, terdiri dari dua calon Dukuh Kenteng dan tiga calon Dukuh Bototengah. Pelaksanaan ujian juga mendapat perhatian besar dari masyarakat. Sejak awal hingga akhir kegiatan, warga tampak antusias mengikuti dan mengawasi jalannya proses seleksi, bahkan tetap bertahan hingga pengumuman hasil nilai peserta.
Lurah Botodayaan, Wasija, A.Md., menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara terbuka, objektif, dan bebas dari praktik kecurangan, termasuk nepotisme maupun politik uang.
“Saya sampaikan dengan tegas, tidak ada money politik sama sekali dalam pengisian jabatan ini. Semua berjalan transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami ingin menghadirkan proses yang benar-benar bersih dan berlandaskan kemampuan masing-masing peserta,” tegas Wasija usai penutupan ujian.
Menurutnya, pelaksanaan seleksi ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kalurahan Botodayaan dalam menerapkan prinsip meritokrasi serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.
Wasija juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang turut mengawal jalannya proses seleksi.
“Antusiasme masyarakat yang ikut mengawasi jalannya seleksi dari awal sampai akhir patut diapresiasi. Kehadiran warga menunjukkan kepedulian terhadap proses demokrasi dan pemerintahan di kalurahan. Bahkan mereka rela menunggu hingga hasil nilai peserta diumumkan. Ini menjadi bentuk pengawasan bersama agar semuanya berjalan transparan dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Ia pun memberikan pesan kepada seluruh peserta, baik yang berhasil memperoleh nilai tertinggi maupun yang belum berkesempatan lolos.
“Bagi yang lulus, jangan lupa melayani masyarakat dengan baik dan tetap berpedoman pada aturan yang berlaku, karena jabatan ini merupakan amanah yang berat. Sedangkan bagi yang belum berhasil, ini adalah kesuksesan yang tertunda. Masih banyak peluang lain untuk mengabdi kepada masyarakat,” tambahnya.
Usai seluruh rangkaian ujian selesai, tim penguji independen langsung melakukan koreksi dan menyerahkan berita acara hasil seleksi kepada Lurah Botodayaan. Berdasarkan hasil akhir, diperoleh nilai sebagai berikut:
Formasi Dukuh Kenteng
1.Arvian Dwi Pratama — 67,33
2.Heru Ruswanto — 53,68
Formasi Dukuh Bototengah
1.Rendy Muhammad Prasetya — 68,35
2.Erna Pusniati — 60,05
3.Sigit Susilo — 45,15
Dengan hasil tersebut, Arvian Dwi Pratama dan Rendy Muhammad Prasetya menjadi peserta dengan nilai tertinggi pada masing-masing formasi.
Seleksi terbuka ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kalurahan Botodayaan dalam menghadirkan proses rekrutmen pamong yang profesional, akuntabel, dan bebas dari intervensi, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kalurahan.






0 Komentar