GUNUNGKIDUL — Calon Lurah Ngunut, Kapanewon Playen, M. Dadang Iskandar, memaparkan sejumlah program kerja untuk periode 2026–2031 dalam kegiatan yang digelar di Pendopo Kalurahan Ngunut, Kapanewon Playen, pada Minggu (20/9/2026).
Dalam pemaparan tersebut, Dadang menyampaikan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup bidang pemerintahan, kelembagaan, pengelolaan aset kalurahan, infrastruktur hingga perhatian terhadap kebutuhan sosial masyarakat.
Program kerja tersebut dituangkan dalam tujuh poin utama yang menjadi gambaran arah pembangunan Kalurahan Ngunut apabila dirinya mendapatkan amanah masyarakat.
Salah satu fokus yang disampaikan adalah meningkatkan kinerja Pamong Kalurahan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing, sekaligus melakukan penertiban administrasi pemerintahan secara menyeluruh dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan kalurahan yang baik.
Dadang juga menaruh perhatian terhadap keberadaan lembaga-lembaga kalurahan. Ia mencantumkan program untuk memaksimalkan fungsi dan peran lembaga kalurahan agar dapat berdaya guna dalam mendukung pembangunan, baik pembangunan moral dan spiritual maupun pembangunan fisik dan nonfisik.
Pengelolaan Aset dan Tanah Kalurahan
Dalam program yang dipaparkan, Dadang juga memasukkan agenda pengusutan dan pengembalian aset Kalurahan yang menguap atau hilang agar dapat kembali menjadi aset Kalurahan dan dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan serta kegiatan pemerintahan.
Selain itu, terdapat pula program penataan ulang atau peninjauan kembali penggunaan tanah lungguh bagi Aparatur Pamong Kalurahan serta Tanah Kas Kalurahan, dengan mengacu pada regulasi yang berlaku.
Penerangan dan Infrastruktur Jadi Perhatian
Di bidang pembangunan fisik, Dadang mencantumkan program penerangan jalan desa, jalan protokol, jalan lingkungan hingga pelosok desa. Program tersebut juga mencakup pemasangan lampu hias di kompleks Lapangan Cemoro Jajar serta kantor atau Balai Kalurahan.
Sementara untuk infrastruktur dasar, program kerja tersebut menyasar perbaikan saluran air serta jalan lingkungan, jalan desa maupun jalan kabupaten yang mengalami kerusakan untuk kemudian diusulkan kepada dinas atau instansi sesuai kewenangannya.
Dorong Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni
Persoalan sosial masyarakat juga menjadi bagian dari program yang dipaparkan. Dadang mencantumkan program perbaikan rumah warga yang tidak layak huni (RTLH) dengan mengupayakan dukungan pembiayaan melalui dinas atau instansi terkait maupun lembaga sosial lainnya. Melalui pemaparan program kerja tersebut, M. Dadang Iskandar menyampaikan sejumlah agenda yang mencakup pembenahan tata kelola pemerintahan, pengelolaan aset dan tanah kalurahan, peningkatan infrastruktur, penerangan wilayah hingga perhatian terhadap kondisi rumah warga.
Dalam bidang keagamaan dan budaya, pemerintah kalurahan berencana membangun pendopo limasan serta lintring di kompleks Makam Kyai Condong. Fasilitas ini nantinya diperuntukkan bagi kegiatan Kenduri Bersih Desa/Rasul serta penunjukan Juru Kunci Makam yang bertugas mengelola makam tersebut.
Program ziarah dan tabur bunga ke makam mantan Pamong Kalurahan yang telah meninggal juga akan dilaksanakan, disertai silaturahmi dan pemberian bingkisan bagi mantan pamong yang masih hidup pada momen hari raya Idul Fitri dan Natal.
Di bidang kelembagaan dan kebersamaan, disiapkan pengadaan seragam bagi RT/RW, Lembaga Kalurahan, Dharma Wisata, serta lembaga lainnya. Setiap tahun, acara sepak bola akan dimeriahkan dengan hadiah utama seekor sapi sebagai doorprize, serta pemberian pujungan ingkung dan rangkaian khusus bagi mantan Pamong menggunakan dana pribadi Lurah. Anggota Linmas juga akan mendapatkan pakaian sesuai kemampuan anggaran.
Untuk sarana prasarana sosial, Kalurahan Ngunut akan menyediakan mobil ambulans yang beroperasi 24 jam secara gratis untuk mengangkut jenazah maupun warga yang sakit, serta mobil pikap yang dapat dipinjam warga untuk keperluan kegiatan umum.
Dalam upaya mempererat hubungan antarwarga, akan diadakan silaturahmi dengan tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh wanita, serta masyarakat untuk menerima masukan, keluhan, dan kritik yang membangun. Selain itu, digelar program Open House setiap empat bulan sekali di Kantor Kalurahan guna mendengarkan langsung usulan, saran, dan kritik warga sebelum pengambilan keputusan penyelesaian masalah.
Salah satu poin penting adalah penyerahan pengelolaan tanah Lungguh Lurah kepada tim pendamping untuk dikelola secara gratis oleh warga, tanpa sewa. Hasil pengelolaan hanya dibebani pajak PBB, dan penentuan penggarap dilakukan secara selektif agar tidak menimbulkan sengketa di kemudian hari.
Pelayanan publik juga diperkuat melalui pemutakhiran data penerima Bantuan Sosial (BANSOS) secara menyeluruh, guna memastikan bantuan tepat sasaran. Kegiatan ini melibatkan aparat kalurahan, ketua RT/RW, dukuh, serta instansi terkait.
M. Dadang Iskandar, berharap seluruh program dapat terlaksana dengan partisipasi dan dukungan seluruh elemen masyarakat, demi kemajuan serta kesejahteraan bersama di Kalurahan Ngunut.





0 Komentar